Showing posts with label organisasi. Show all posts
Showing posts with label organisasi. Show all posts

Monday, November 09, 2009

Organizational Culture


Organizational Culture has been defined as "the specific collection of values and norms that are shared by people and groups in an organization and that control the way they interact with each other and with stakeholders outside the organization.

Organizational values are beliefs and ideas about what kinds of goals members of an organization should pursue and ideas about the appropriate kinds or standards of behavior organizational members should use to achieve these goals.

From organizational values develop organizational norms, guidelines or expectations that prescribe appropriate kinds of behavior by employees in particular situations and control the behavior of organizational members towards one another." (Hill & Jones, 2001)

Senior management may try to determine a corporate culture. They may wish to impose corporate values and standards of behavior that specifically reflect the objectives of the organization. In addition, there will also be an extant internal culture within the workforce.
Work-groups within the organization have their own behavioral quirks and interactions which, to an extent, affect the whole system. Task culture can be imported.

For example, computer technicians will have expertise, language and behaviors gained independently of the organization, but their presence can influence the culture of the organization as a whole.

Tuesday, May 19, 2009

Hubungan dalam organisasi

Islam amat mengambil berat di dalam urusan hubungan dalam organisasi, khususnya dalam hubungan antara ketua dan orang bawahannya. Dalam etika Islam setiap ketua dianjurkan agar bersikap timbangrasa dengan orang bawahan atau pekerja. Sifat timbangrasa adalah satu sifat yang mulia. Perlu diingat bahawa setiap kita sama ada ketua atau orang bawahannya mempunyai hak yang perlu dijaga dan dihormati antara satu sama lain. Justeru jangan menganggap orang bawahan sebagai hamba dan hendaklah menghormati maruahnya sebagai seorang manusia seterusnya memberikan penghargaan seadil-adilnya tanpa adanya sifat pilih kasih.

Hadith:

Diriwayatkan daripada Abu Dzar r.a : " Aku mencerca seseorang dengan memanggil ibunya dengan sapaan yang buruk. Nabi Muhammad SAW bersabda kepada ku :" Ya Abu Dzar! Apakah kau mencaci maki seseorang dengan menyeru ibunya dengan sapaan yang buruk? Dalam diri mu masih tertinggal sifat-sifat Jahiliah.

Pembantu-pembantu mu adalah juga saudara-saudara mu dan Allah menempatkan mereka di bawah perintah mu. Maka sesiapapun yang saudaranya di bawah perintahnya harus diberi makanan yang sama dengan yang ia makan dan diberi pakaian yang sama dengan yang ia pakai. Jangan suruh mereka mengerjakan pekerjaan di luar kemampuannya dan apabila kamu terpaksa melakukannya, bantulah mereka." (Al-Bukhari)

Huraian:

Komunikasi dua hala seharusnya berlaku antara majikan dan orang bawahan. Seseorang majikan atau pun ketua tidak seharusnya mempunyai sikap angkuh pada kedudukan atau jawatan yang disandangnya.

Sikap ‘egoist’ akan menyebabkan seseorang majikan itu tidak dapat bekerjasama dengan orang bawahan sehingga menerbitkan perasaan dendam dan benci mereka terhadap ketua.

Seharusnya seorang ketua mestilah menghargai setiap usaha yang dilakukan oleh pekerjanya, biarpun betapa kecil kerja tersebut atau ianya belum mencapai piawaian yang dikehendakinya kerana tanpa usaha yang dilakukan oleh orang bawahan mustahil seorang ketua dapat mencapai tahap kecemerlangan.